Diagnosa dokter dan orang awam

Beberapa hari lalu, aku ketemu lagi sama temenku sang calon dokter itu. Bukannya apa-apa. Cuma mau sedikit konsultasi tentang TA yang akan aku ambil. Ini dia. Rencananya sih mau tentang kecerdasan buatan (tepatnya AGENTS) bidang medis. Trus dia ngasih satu masukan yang bagus banget yang membuat aku beberapa hari ini berpikir. Tentang banyak orang, tentang aku sendiri (ini gak ada hubungan sama TA-ku, tapi bagus buat merenung, atas nama kecerdasan otak).

Ceritanya begini. Kalo kamu sakit flu, trus datang ke dokter A, dan dia ngasih kamu parasetamol. Dalam dua hari, ternyata kamu nggak sembuh dan pergi ke dokter B. Si dokter B ini ngaasih kamu antibiotik. Setelah dua hari lagi, ternyata flunya gak sembuh juga, kamu ke dokter C. Dia cuman ngasih kamu vitamin untuk daya tahan tubuh. Nah pada saat itulah dua hari kemudian, kamu sembuh dari flu yang begitu membuatmu menderita. Kamu (dan aku) biasanya pasti langsung men-judge bahwa dokter C inilah dokter yang paling marem, paling hebat, geboy, asoy, klop, dsb. Disinilah letak kesalahan kita sebagai orang awam. Sebenarnya, yang menyembuhkan kita itu bukan hanya vitamin yang diberikan dokter C, tapi kombinasi mulai dari awal usaha pengobatan dari dokter A, dokter B dan dokter C, dengan diagnosis dan pertimbangan mereka masing-masing. Harusnya kita begitu dalam dua hari pertama nggak sembuh flunya, bukannya langsung pindah ke dokter lain, tapi coba aja dulu berkonsultasi dengan dokter pertama, agar sang dokter itu bisa memberikan resep tahap selanjutnya. Itulah dia, kita terlalu cepat memutuskan tanpa pertimbangan. Nggak semua yang kita percaya itu benar karena kita adalah awam dalam segala sesuatunya.

Oh iya, trus gimana kabar TA-ku? Tadi menghadap dosen pembimbing secara mendadak (tanpa persiapan berarti) dan sepertinya pak dosen ini lagi memfokuskan diri pada agent bidang ekonomi. Ujug-ujugnya, TA ku akhirnya berkutat di bidang agent jual-beli saham.

(Selamat zuhra, kamu baru aja berhasil menentukan dengan judul TA apa CVmu nanti bakal ditulis!!! )

2 Comments

  1. :mrgreen:
    iya..ya…keseringan gitu…harus segera diubah…
    klo gak gawat bisa jadi keseringan… 😀

  2. 😳 jadi malu…

Leave a trace of your presence...

© 2018 Rambideunt

Up ↑