Ada yang menarik dalam filmnya The Impostors. Sebuah film drama teater tentang kisah dua aktor. Walaupun mungkin banyak orang akan menganggapnya film tidak layak tonton, tapi entah mengapa aku menikmati film itu. Emang awalnya, temponya agak lambat, dengan kejadian slapstik yang dibuat-buat. Tapi ada adegan yang aku senang. Ketika seorang aktor terkenal memergoki dua orang aktor tokoh utamanya itu di kapal pesiar (yah, nggak usah aku terangin detil ceritanya), dan si aktor terkenal itu berteriak “IMPOSTORS. IMPOSTORS!!” (penipu..Penipu!!).

Semua orang di dalam ruangan lantai dansa itu berlarian, bukan karena ketakutan akan penipu, tetapi karena mereka masing masing dengan rencananya untuk menipu, merasa kedoknya terbongkar. Ada muatan makna tertentu dalam film ini yang bikin aku mikir, mungkinkah kita semua emang punya rencana menipu orang lain? Mulai dari penampilan kita, cara bicara untuk mengesankan sesuatu yang bukan kita, hingga apapun yang intinya adalah untuk menipu orang lain dan diri kita sendiri , dengan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri kita. Kita semua adalah THE IMPOSTORS.

setiap hari kita takut pada sesuatu yang nyata, kemiskinan, kelaparan, bahkan anjing. kenapa kita harus takut? karena itu nyata. kamu tau apa yang harus kita takuti sebenarnya? cinta. karena cinta begitu nyata, begitu mengerikan akitbatnya.

“Takutlah saat seseorang bilang sama kamu “I love you”, “Ich Liebe Dich”

(Steve Buschemi)