Baru saja akan dilupakan segala kesedihan akibat bencana tsunami, dengan menggantikan kenangan sedih dan peringatan itu dengan kesenangan duniawi, tadi pagi Allah membangunkan tidurku dengan 5,9 skala richter. Gempa tadi pagi telah meratakan daerah Bantul, dan merusakkan daerahku cukup lumayan. Allah menggoyangkan bumiNya dengan lembut, dan yang kurasakan selama 10 detik adalah goncangan seakan hari ini adalah hari pembalasan. Setelah itu, rasa waswas terus menghantui Yogya sepanjang hari. Semua orang berhamburan dan hingga kini masih menetap di luar rumah dengan bersiap untuk kemungkinan terburuk. Baru kali ini aku bisa merasakan secara nyata perasaan was-was orang di Aceh pasca gempa dahulu. ya Allah. 3000 orang hingga saat blog ini ditulis telah meninggal dan yang sakit telah memenuhi seluruh RS yang ada di Yogya hingga mereka merasa kewalahan.