Kisah kisah menarik senantiasa datang dari tiap musibah, tujuannya hanyalah agar kita selalu ingat dan terus sadar…

Kita hanyalah hidup sementara di dunia. Allah punya cara yang tak terhingga untuk mengambil kita kembali pada-Nya.

Dari gempa ini, aku menjadi sadar. mungkin kita yang dibiarkan hidup dan memiliki kemapuan, punya tujuan, yaitu untuk membantu yang lain dalam musibah gempa ini.

Menjadi relawan bukan pekerjaan yang mudah. tetapi tetap lebih mudah dibandingkan kita harus menjadi salah satu korban yang terbaring menunggu bantuan. Oleh karena aku nggak punya apa-apa untuk disumbangkan, aku hanya punya tenaga. Hanya itu yang bisa kuberikan.

Menandu korban yang terluka dan hal-hal sepele bagi kita, bahkan berarti banyak bagi mereka. Dimana kita saat mereka butuh bantuan?

Aku jadi membayangkan (lagi ) keadaan di Aceh yang tentunya jauh lebih parah dari gempa disini. Ditempatku menjadi relawan saja, bau darah yang anyir begitu menyegat, teriakan minta tolong terus saling sahut menyahut… Subhanallah, Astaghfirullah. Mungkin bener kata sms mbak Uti, temenku yang bilang mungkin Allah terlalu sayang sama kita, makanya kita selalu aja diberi peringatan biar nggak lupa lagi lupa lagi…

Terlebih aku. Dari Aceh, aku selamat dari bencana Tsunami, karena sedang di Yogya. Di Yogya, aku lagi-lagi selamat karena berada didaerah yang aman… Allah masih sayang dan masih memberi kesempatan bertaubat berulang kali kepadaku…

Gimana? Masih nunggu peringatan ketiga? (atau yang kali lain?)

Mungkin waktu itu, aku atau kamu nggak selamat…