Kata seorang penulis tak bernama:

Lebih baik kumiliki setangkai mawar mungil dari kebun seorang sahabat
daripada memiliki bunga-bunga pilihan ketika hidupku di dunia harus
berakhir.

Lebih baik mendengar kata-kata yang menyenangkan yang disampaikan
dengan kebaikan kepadaku pada saat aku hidup daripada pujian saat
jantungku berhenti berdetak dan hidupku berakhir.

Lebih baik kumiliki senyum penuh kasih dari sahabat-sahabat sejatiku
daripada air mata di sekeliling peti jenazahku ketika pada dunia ini
kuucapkan selamat tinggal.

Bawakan aku semua bungamu hari ini. Lebih baik kumiliki setangkai
yang mekar saat ini daripada satu truk penuh ketika aku meninggal dan
diletakkan di atas pusaraku.