Huhu… bukan film Dian sastro yang paling baru sih…

Ceritanya begini…

Sering nggak kita berpapasan sama orang yang berambut pirang, (dicat) trus apa pikiran kita? Bayangan pastinya sih kalo kita terbiasa sama majalah cosmo atau apalah.. .Mikirnya pasti itu gaya.

Tapi kalo kita orangnya konservatif, mikirnya pasti ada yang salah sama tu orang.. Kemungkinan besar sih kita mikir tu orang pasti bukan orang baik-baik… Apalagi kalo cewek. Berambut pirang, ber-rok agak mini, kerja di tempat bilyard lagi.. Kebayang nih cewe pasti murahan.

Pernah kepikiran sama kita nggak bahwa cewe itu pada hari pertama keterima kerjanya, dan dia harus mengecat pirang rambutnya, (dan harus pake rok mini selama masa kerjanya) Dia menangis semalaman. Dia gak rela. Tapi cuma ini yang bisa dia lakukan buat karena mau gak mau dia harus kerja.. Karena gak semua orang mampu membiayai hidupnya sendiri, atau terlahir dengan kekayaan melimpah.

Cerita sinetron? Bukan. Ini penuturan temanku. Sedih emang…

Bayangkan juga gimana orang yang udah terjebak dengan dunia hitam (bukan dukun). Prostitusi misalnya. Wanita yang udah terlanjur merasa kotor dan merasa nggak pantas untuk sekedar bertobat. Karena emang dia nggak punya pilihan lain.

Kedengarannya naif ya, tapi, kalo kita nggak punya solusi lebih baik buat dia, sebaiknya, jangan sembarang mencibir.

Lain kali, kalo ketemu sama orang berambut pirang, atau bertindik, atau bertatto (nah, aku pernah ketemu orang bertato gambar motif batik.. 😀 orangnya lucu juga.), berhusnuzan ajalah. Berbaik sangka aja. Siapa tau dia emang baik, hal yang akhir-akhir ini jarang kita jumpai disekitar kita. Lihat jakarta? Aku males kesana…. bahkan ada orang kesusahan disampingnya aja, orang lain pura-pura gak sadar. Mual aku lihatnya… Kenapa semakin maju orang, semakin berprasangka buruk dia pada orang lain?