Dont Follow the Crowd

Ini adalah judul di kaos yang aku pake. Kaos lecek warna hitam favoritku ini membuat aku merenung pagi ini. Makna dari kaos ini terhadap aku apa? Kenapa aku pake? Tanpa sadar, aku udah menyalahi kata-kata dari kaos yang kupakai ini. Sering aku menjadi pengekor orang lain. Aku bertindak bukan karena mengikuti apa yang aku inginkan, tapi atas dasar karena banyak orang yang berbuat seperti itu, lalu aku ikut-ikutan. Malangnya, secara sadar aku tahu bahwa untuk banyak hal, apa yang orang banyak kerjakan, belum tentu sebuah kebenaran yang mutlak. Bicara tentang “the Crowd” , bisa diartikan pula dengan jamaah.

Trus, dont follow the crowd juga berarti memisahkan diri dari jamaah dong?

Ya nggak lah, ini dalam makna yang lebih luas lagi, nggak usah dipersempit dalam maksud jamaah, apalagi jamaah sholat. Sama seperti la taqrabuzzina, artinya jangan dekati zina. Kalo gitu liat zina dari jauh boleh? Kan nggak gitu maksudnya.

Demikian juga dengan makna don’t follow the crowd ini. Menurutku sih, ini lebih berkaitan sama niat hati, dimana sebaiknya kita melakukan apa yang hati dan tuntunan agama ajarkan pada kita, dengan mencari dasarnya terlebih dahulu. Jangan kita ikut orang padahal kita gak tau sama sekali apa yang mendasari orang lain untuk berbuat seperti itu. Benar kan? So, Dont follow the crowd if the crowd doesn’t make you feel right…

Deal? Deal laaaah….!!

2 Comments

  1. Zuh mantap blog mu, tpi ada yang kurang…klo bisa ada foto kamu dong biar cewek2 yang kemari bisa membayangkan seperti apa dirimu adanya :)). Oh ya jgn lupa ngelink ke modalbangsa.org ya….sekalian promosi he he he

  2. hush… nanti bisa terjadi fitness eh, fitnah.
    oke. sarannya diterima. makasih udah datang ke sini!

Leave a trace of your presence...

© 2018 Rambideunt

Up ↑