MY SOULMATE

Setelah lebaran ini, banyak dari teman2 tercinta yang telah mengorbankan kesendiriannya. Mereka memilih untuk mengarungi kehidupan bersama pasangan hidup sejati. Ah, setelah musim duren lewat, sekarang tiba saatnya musim belah duren. Bicara soal belah-membelah duren ini, ada yang lebih pandai membicarakannya sih..

Tujuan hidup
Berbagai bentuk lawan jenis telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta didunia ini, dan sesuai aturannya, kita diperbolehkan memilih satu. Untuk yang kedua atau yang ketiga, itu berarti poligami, atau selingkuhan (baca: buaya darat).

Aku bukan penganut paham poligami, jadi aku cuma akan berbicara tentang satu tujuan hidup.

Tujuan hidup adalah ketika seseorang diberkahi dengan belahan jiwanya, dimana kata romantis Mohsen Makhmalbaf, “kau adalah separuh apel dan aku sisanya”. Wew, ini dalam arti yang sebenarnya loh, bukan sekedar ecek-ecek dalam bungkus pacaran yang nggak genah, tapi diwujudkan dalam komitmen. Dimana semua yang tadinya diharamkan, menjadi ibadah.

Salut buat temen-temen yang berani mengambil keputusan besar itu. Karena dengan menikah, berarti ada tanggung jawab, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi pasangan hidup dan keluarga. Yang laki-laki menjadi kepala rumah tangga, mencari nafkah,dsb, dan sebagai wanita, mendidik dan merawat keluarganya.

Trus, banyak pertanyaan yang nyampe ke telingaku. Gimana dengan kamu zuh? Pandangan kamu tentang tujuan hidupmu itu yang itu.
Dengan (tidak) bijaknya, aku cuma bakal mesem dan terdiam. Nggak bisa dijawab sekarang lah. Bukan masalah jodoh yang kukhawatirkan sekarang. Tapi ada banyak sekali hal yang lebih diutamakan saat ini dan kelihatannya lebih penting. Nggak bakalan deh sekedar icip-icip dengan”pacaran” itu. Kok kaya’nya menghabiskan tenaga dan buang-buang waktu aja.

Mencari SoulMate

Ada yang bilang, jodoh itu datang dengan sendirinya. Aku gak percaya bullshit itu. Emang sih dalam beberapa kasus, nasib menyodorkan dirinya. Tapi bagi kebanyakan orang, pasangan hidup itu datang melalui perjuangan. Kita punya hak untuk milih yang terbaik bagi diri kita, karena dengan si dialah, kita bakal menghabiskan sisa hidup kita.

Bibit, bobot, bebet. Kata orang jawa.

Kalau mau yang lebih sempurna, jawabanku sama seperti tuntunan Sang Nabi SAW aja. Cari berdasarkan 4 kriteria, (atau menurut bahasa anak forum freakschool, 4 sehat 5 sempurna).

Apa aja 4 sehatnya? Satu yang paling utama, dan tiga lainnya tambahan.

1. Lihat agamanya

Kalau milih cewek (karena aku cowok) yang pertama jadi pertimbangan adalah apakah dia seiman sama kita? Jangan jadikan nanti anak2 yang dilahirkan bingung dengan status orang tuanya. Selain itu, pertimbangan yang lebih utama lagi adalah bagaimana dengan dasar agamanya? Kuat? Gak asal punya KTP dengan label Islam? (ya iya, aku orang Islam, jadi nanyanya Islam juga lah) Soalnya, dia bakalan jadi pendidik anak-anakku (InsyaAllah). Gimana pula kalo kerjanya clubbing thok, bakal kesian si tole dan si nduk. Cewek nakal enaknya cuma dipandangin aja dari kacamata nafsu. Tapi ketika ia dijadikan calon pasangan hidup? Hmph, kalo mikir masa depan, kaya’nya enggak deh!

2. Lihat keturunannya

Did she came from the good family? Ada kecenderungan kalo dia berasal dari keluarga yang tidak bahagia, takutnya jangan-jangan si dia menyimpan bakat psikopat. Segi untungnya lagi, setidaknya kita bakal punya mertua yang bisa jadi panutan lah… Tapi emang yang ini bukan pemilihan utama sih, karena banyak juga orang baik yang berasal dari keluarga biasa.

3. Lihat kecantikannya

Nah ini yang sering jadi polemik. Banyak dari kita yang menomer satukan ini. Padahal, sebenarnya kecantikan itu kan relatip (dan jelek itu mutlak!). Aku gak memandang cantik itu dari segi wajah atau bodi yang yahut, tapi lebih dari itu, kadang kecantikan bisa timbul dari kepribadian. Ada beberapa orang yang kutemui, kelihatan cantik pada awalnya, tapi seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan dia, makin lama makin luntur kecantikannya dikaburkan sama kepribadiannya yang tidak “cantik”. Akan tetapi sebaliknya, ada yang kelihatan biasa aja, tapi makin lama makin cantik karena inner byuti nya itu loh. Dahsyat!

Sebenarnya, kecantikan itu penting juga sih, gak usah munafik deh, soalnya, ketika kita harus berkeluarga, coba kalo pasangan kita itu minta ampun…jeleknya. (buat yang ngerasa, termasuk saya, saya minta sorry) Bakal betah nggak? Makanya Rasul juga menyebutkan kriteria ini dalam hal memilih pasangan hidup.

4. Lihat hartanya

Boleh-boleh aja kok memilih wanita dengan kriteria perempuan yang kaya. Karena itu kan bakal menjamin masa depan kita dan (calon) anak-anak. Tapi itu juga bukan prioritas utama, hanya sekedar tempelan. Karena, tetap yang paling utama itu yang nomer satu diatas tadi.

Nah, sekarang apa yang membuat 4 sehat jadi 5 sempurna?

Sempurna adalah kalo ada cewek yang memenuhi 4 kriteria diatas, MAU SAMA AKU. Itu baru cuocok!

Kesimpulan

Masalah soulmate yang bagi beberapa temanku itu sudah tuntas, (ditandai dengan undangan walimahan yang sampe kepadaku), bagiku masih misterius. Mungkin orang yang bakal jadi tujuan hidupku itu udah pernah kutemui, teman kecilkah, teman sekolahkah, atau gak sengaja kelihat dijalan, atau bahkan aku belum sekalipun berjumpa dengannya, jika diberi umur panjang InsyaAllah Allah akan memilihkan satu bidadari didunia ini untukku, bidadari yang setidaknya untuk hatiku ini. (bueh, bahasanya sok bangget gitu loh).

Aku gak bakalan banyak menuntut, bagiku, jika ditanya kriteria apa yang cocok buatku tentang wanita idaman/impian, cukuplah wanita sederhana yang salehah, yang bila dipandang dapat memberi kesejukan, yang jika aku pulang ke rumah dapat memberikanku kenyamanan, yang cukup cerdas untuk mendidik anak-anakku nantinya, yang selalu menerimaku disaat senang dan susah, yang bukannya menjerumuskan, tapi selalu dapat menarikku ketika aku jatuh ke dalam lubang (sentimentil yak? Ada yang mual? Silahkan.) –> panjang banget keinginannya, bisa dibuat lirik satu buah lagu dangdut kali…

Tapi, tetap pertanyaan yang lebih penting lagi, adalah apakah aku juga udah termasuk kriteria yang diatas itu? Jangan-jangan aku gak tau diri terlalu banyak berharap, sedangkan aku bahkan gak punya satupun kriteria yang diatas tadi. Sudahkah aku tumbuh menjadi orang yang pantas bagi calon belahan jiwaku nantinya?

Itu dia yang kacau. Kebanyakan kita kan maunya pasangan yang beriman,cantik,kaya,seksi,pintar,deelel, padahal kitanya sendiri… eh… Rasanya gak imbang gitu. Rasanya lagi, kasian pasangan hidup kita. Udah dianya beriman,cantik,kaya,seksi,pintar,deelel, kok dikutuk dapet pasangan berandal,elek,miskin,menyedihkan-lontongsayur,bego,deelel si? Jadinya kita juga harus instrospeksi lah, supaya memenuhi syarat bagi si dia, agar langgeng dan duaduanya sejodoh di dunia dan akhirat. Sekali lagi, Sudahkah aku tumbuh menjadi orang yang pantas bagi calon belahan jiwaku nantinya?

Walaupun aku masih kaya’ begini, angan-angan seandainya punya istri sholeha secantik Mariana Renata, anak keturunan (sepintar) pak habibie, pemilik 7 perusahaan multinasional, kedengarannya asik juga… hehe.

10 Comments

  1. aneuk muda blang bintang

    December 22, 2006 at 3:18 pm

    zuh, ente dah mendalami “ilmu” ginian ya???
    bagi2 donk!!!
    brapa sks?
    KP nya kapan?dah mulai?lg jalan? mu abes? or msi lama?

  2. aneuk muda blang bintang

    December 22, 2006 at 3:55 pm

    zuh, gw jg mau yg gituan… emang ente aja!!!
    tapi bersiap2lah untuk kecewa kalo ga ngedapetin yang sempurna beh!!

  3. haha! inilah akibat banyak bergaul sama orang-orang yang menikah dini….
    jadi ngiler juga. wakakak.

    oh iya,semua orang mau yang “punya istri sholeha secantik Mariana Renata”…
    Tapi aku juga gak bakal menampik yang mirip tamara blezinsky kok… gak bakal kecewa lah! 😀

  4. hati2 lho zuh, ntar dapat omas 🙂

  5. Astaghfirullah b.ahyar..kok malah ngegosip di blog orang..
    gak sopan..

  6. kalau udah cinta, mau bilang apa…
    😀

  7. wah wah cinta itu memang……

  8. 🙂 Saya sangat setuju sekali dengan anda, zaman sekarang banyak sekali yang cantik/ganteng secara fisik, tapi mereka nggak mempunyai 3B. Dan sebenarnya, cantik inear beauty, bisa menjadi panutan untuk banyak orang.

  9. jika “dia” belum mau berkomitmen,apakah artiny “dia’ bukan soulmate saya???

  10. Senang bisa mengenalmu!

Leave a trace of your presence...

© 2018 Rambideunt

Up ↑