Hidup ini adalah sebuah orkestra. kalau kalian mengerti maksudku. Ya. Kehidupan adalah soal harmonisasi bunyi-bunyi dalam satu paduan yang berupaya menghasilkan melodi yang indah, menyempurnakan sebuah komposisi lagu dari Sang Pencipta.
Ini adalah tentang menyatukan alat musik harmonis bas, gitar, piano, suling, biola, terompet, dengan perkusi drum, tom-tom, simbal serta memadukannya dengan vokal si penyanyi.

Kadangkala, kita memegang bas, seruling, atau simbal. Kadang pula kita bernyanyi sebagai pemain utama, atau hanya mengisi suara latar. Apapun, itu hanya untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebuah harmoni musik indah yang layak didengar.

Bukan berarti karena memegang mikropon, lantas kita bisa seenaknya menyanyi melantur, atau karena tugas kita hanya membunyikan simbal sekali-sekali dalam interval waktu tertentu, kita bisa lalai. Semua dituntut berkonsentrasi, karena, walau peranan yang kita lakoni kecil, jika salah, nada yang akan terdengar terasa sumbang.

Bukan berarti pula ada diskriminasi disini. Mentang-mentang suara biola hanya terdengar lirih dan nyaris tak tertangkap telinga pendengarnya, kita boleh berbuat kesalahan. Simfoni yang indah akan terdengar merdu begitu semua saling mengikuti pakem yang diberikan sang dirigen. Satu alat tiada, sebuah orkestra akan terdengar cacat dan ada ruang yang kosong.

Itulah mengapa aku menulis hal ini. (kutulis setelah menyaksikan sebuah penampilan orkestra yang indah, tentunya)
Seringkali kita lupa bahwa kita gak melulu jadi pemeran penyanyi utama. Sesekali ya, tapi acapkali juga hanya penyempurna sebuah orkes. Jika semuanya berebut menampilkan diri, atau semua berusaha menjadi vokalis, suara yang dihasilkan terasa akan menjadi kacau balau.

Kedengarannya memang yang punya nama adalah si penyanyi. Itu karena dia yang tampil paling depan dan selalu tersorot kamera. tapi kita juga gak boleh lupa. Ini adalah orkes kehidupan. Setiap keberhasilan kita -sebagai penyanyi utama- ada karena banyak orang yang mendukung dan mau mengikuti pakem untuk keberhasilan kita. Untuk itu, lain kali jika ada yang ingin jadi vokalis, dan kita diminta bantuan, ikutilah, berikan yang terbaik walau peran yang diberikan pada kita kelihatan sepele. Keberhasilan kita mungkin karena dia juga mau menolong dan hidup menyesuaikan diri dengan kita juga.

Siapalah kita, hingga ingin selalu tampil paling depan terus, tanpa menghargai orang-orang dibelakang kita. Atau sesekali bertukar peran, mungkin?