Ini soal Pidato Steve Jobs di Stanford University, 12 Juni 2005.
Bagi yang gak tau siapa Steve Jobs, singkatnya, dia adalah pendiri Apple Computer dan Pixar. Udah tau? (makasih buat Dipta yang udah mosting ini di milis Ikugama. really Inspired! untuk lihat lengkapnya, klik videonya disini atau teksnya disini)

Saat itu, pada pidatonya dia nggak memberikan trik dan tips macem-macem cara cepat jadi kaya raya bin sukses. Tapi hanya mengulik tiga kisah dalam hidupnya.

Ini dia tiga cerita itu (singkatnya)


1. Menghubungkan titik-titik

Ya, dia gak bicara tentang permainan waktu TK dulu, tapi ternyata apa yang diajarkan waktu kita kecil itu, masih bermanfaat untuk kita sewaktu mengingat-ingat semua kejadian masa lalu, dan menghubungkannya menjadi sebuah kesatuan, siapa kita sekarang ini.

Gimana dia, dengan cerita awal kehidupannya, bahkan tidak diinginkan oleh orangtua asuhnya, karena kedua orang tuanya gak lulus sekolah, jadi dia punya kemungkinan bego turunan. Dan saat dia memutuskan untuk drop-out dari kuliah, karena menghabiskan uang orangtuanya untuk hal yang ia tidak sukai, menjadi gelandangan, bahkan malahan belajar kaligrafi dibanding ilmu-ilmu pasti lainnya…
setelah dia lihat kembali sekarang, ternyata hal-hal remeh itulah yang menjadi dasar kenapa dia bisa sukses sekarang ini.

Kalo saja, misalnya dia gak belajar kaligrafi, saat dia membuat macintosh, tentu komputer itu gak kan sebagus sekarang, tanpa dihiasi font keren dan tampilan yang menawan. Bahkan, karena windows juga meniru macintosh, mungkin seluruh komputer di dunia ini gak akan semenarik sekarang. so, berterimakasihlah karena si Steve ini dulu belajar kaligrafi. 😀

2. Cinta dan Kehilangan

Cerita keduanya tentang gimana dia dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri (apple). Tadinya ia berpikir itu adalah kehilangan terbesar, dan gak taunya, sebagai orang yang pantang gagal, ternyata dari situ ia berpikir ini adalah kesempatan besar baginya untuk memulai melakukan sesuatu lagi dari awal. Bukan akhir dari segalanya. Bahkan, dari situlah awal ia sukses mendirikan Pixar dan mendapatkan istri. 😉

3. Kematian

Cerita terakhir ini tentang bagaimana ia divonis nyaris mati dalam tiga bulan, dan bagaimana mengingat kematian itu ternyata menjadi alat yang paling efektif untuk melakukan pilihan paling efisien dalam hidup. kata dia:

I have looked in the mirror every morning and asked myself:If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?” And whenever the answer has been “No” for too many days in a row, I know I need to change something.

Jadi,ini satu lagi contoh manusia yang hebat, bisa melakukan apa yang manusia biasa umumnya (termasuk aku mungkin?) akan berpikir untuk tidak melakukannya. ia bijak memandang hidupnya, dan selalu melakukan perubahan.

Bisakah sikap ini kutiru? entah.

Baiklah, postingan ini harusnya ditutup dengan kutipan favorit Steve Jobs, supaya jadi penambah semangatku.

“Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you”.

Stay hungry. Stay Foolish.