Resolusi 2008

Resolusi, Wish List, Keinginan, Rencana, Perbaikan, apapun mau disebutnya, tetap saja ini merupakan suatu pekerjaan berat untuk menuliskannya, apa lagi membatasinya hanya menjadi 8 buah perkara saja, dan mempublikasikannya untuk menjadi konsumsi semua orang yang membuka blog ini. Tetapi, demi menjawab tantangan -lebih tepatnya kutukan- yang dengan sadisnya ditularkan oleh my brother over there, ya udah, Musti juga kuluangkan sedikit waktu untuk memulai menulis… Satu hal yang rasanya sudah lama nggak aku lakukan.

Oke, kita mulai saja dengan 8 hal yang direncanakan ‘harusnya’ dilakukan di tahun ini. sedikit terlambat mungkin, tapi mumpung masih di awal tahun, yah, maafkan saja.
Duh, lagi-lagi harus 8.

  1. Closer and closer to God

    Kok bisa-bisanya, rasanya selama beberapa tahun belakangan ini mental ibadahku rasanya terus aja mengalami penurunan. Makin kurang rajin baca Quran, makin males bermajlis ibadah, makin sering terlambat ibadah, Ayo zuh, buka terus boroknya! Pokoknya, banyak hal yang bikin aku makin malu kalo sampai menghadap-Nya.
    Okelah kita berusaha jadi orang yang baik hati secara personal. Jarang marah, sabar, sering membantu dan sebagainya. Tapi ketika dihadapkan dengan ibadah secara vertikal, yaitu berbicara mengenai ibadah secara langsung dengan Sang Pencipta, rasanya dodol dan banyak kurangnya dibanding lebihnya. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Egois juga sih bisa sampai segitu keterlaluannya. Mungkin terlalu asyik-masyuk sama dunia? Entahlah. Hope I can find the answer. Faster, better.
    Jadi, tahun 2008 adalah tahun kembali ke fitrah. Kembali memperbanyak frekuensi apa-apa yang dulu sering dilakukan, dan menambahnya sebanyak mungkin, sebisa mungkin. Krusial banget dan patut dihitung sebagai prioritas yang urgent untuk didahulukan. Banyak jalan ke sana. Melebihi banyaknya alternatif jalan ke roma, pastinya.

  2. Focus, you dimwit!

    Kembali fokus dengan apa yang mestinya dilakukan. fokus pada hal-hal yang sedang dikerjakan. Tujuan utamaku apa? Ya berarti fokusku kesitu! Jangan melantur ke hal-hal sepele lain yang merupakan side effect dari pekerjaan utamaku atau malah lari ke hal-hal gak penting lainnya selama dalam masa bekerja. Mungkin dalam hal ini Romi Rafael atau Dedy Corbuzier menjadi suri tauladan yang baik. hehehe…

  3. Saving More Money

    Gila apa ya? umur udah makin bertambah, berbanding terbalik dengan nilai saldo di rekening…
    Setelah dipikirkan, walau nggak bertipe boros, tetap saja apa yang kusimpan lebih sedikit dari apa yang dikeluarkan. Memang sih masih ada kelebihan, tapi tetap saja jumlahnya minim. Mungkin yang harus dilakukan adalah menata dengan lebih baik caraku dalam mengelola keuangan. Sisihkan untuk masa-masa sulit, disaat masa berbahagia. Well, we never know what lies upon us.

  4. Fight that Lazy-little-fellas!

    Pemalas! kata-kata itu harusnya gak identik lagi denganku di tahun 2008. Berbeda halnya dengan jenis rambut landak yang memang sudah pembawaan dari sononya dan memang nggak bisa dikalahkan dengan pomade jenis paling ekstrim sekalipun, malas adalah kata sifat yang bisa dikurangi bahkan diminimalisir kehadirannya dalam hidup kita. Sayangnya, kadang kita terlalu malas untuk melakukannya. (nah lo?). Kerugian terbesar dari malas adalah kemungkinan kita untuk kehilangan kesempatan yang seharusnya bisa kita peroleh. Sesuatu hal yang paling sering aku hadapi dan disesali sekarang. -“cucu-cucuku, kalian jangan mengulangi kesalahan sama seperti kakek kalian dulu ya…”- halah!

  5. Plan for the Future

    Seperti apa sih maunya aku dalam satu tahun, dua tahun, saat umur 25, saat umur 30 itu? Cara apa yang direncanakan untuk mencapai hasil seperti yang kurencanakan? Buat peta hidup! Udah nggak saatnya lagi aku berpikir pendek dan membiarkan hidup mengalir seperti air. Not my type, anymore! Rasanya kekanak-kanakan hanya hidup untuk tujuan yang nggak jelas. Minimal kita menjadi bergairah dan selalu memikirkan mimpi-mimpi kita, nggak hanya cuma bangun pagi dan berharap, seperti apa ya kehidupanku hari ini? tapi juga dengan sikap optimis “aku harus bisa seperti ini hari ini!”. Capai target! Memang terkadang hidup gak memberikan persis seperti yang kita inginkan. Selalu ada saat kembali ke meja gambar dan merencanakan ulang peta hidup kita. Tapi bukan berarti 100% kita menggantungkan hidup kita pada apa yang hidup berikan. Usaha! Sigh, lama-lama kok tulisanku mirip buku-buku motivasi itu ya?

  6. More Books, Dammit!

    Aku ingin selalu membaca, apa saja. Mulai dari karya Akira Toriyama, hingga novel filsafat Jostein Gaarder. Mulai khayalannya JRR Tolkien, hingga keluh kesahnya Arundhati Roy.
    Memang, buku tentang IT tetap perhatian utamaku. Aku berkecimpung di dunia itu, berarti wawasanku juga harus selalu ter-update dalam dunia IT yang terus berkembang. Tapi banyak hal lain dari aspek kehidupan yang harus diselami, bukan? karena aku nggak sanggup menyewa semua orang yang berkompeten dalam bidangnya untuk mengajariku dalam setiap hal yang mereka kuasai. Agama, IT, humor(yang kering dan yang basah), filsafat, Science Fiction, perenungan, hiburan, tentu lebih bijak dengan menyesap pikiran mereka dari buku yang ditulis atau dari artikel mereka. Entah dari internet, koran, atau warta media lain.
    Intinya, Aku butuh lebih banyak buku lagi! itu hiburanku.

  7. Responsibility

    Harusnya, di tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya, aku lebih bertanggung jawab pada apa yang menjadi tugasku. Usia adalah sebuah kurva lurus yang naik bersamaan dengan kedewasaan. Dan indikator dari kedewasaan itu salahsatunya adalah sikap tanggung jawab. No more hit and run. Masa lalu, sekarang dan masa depan harus bisa dipertanggung jawabkan kepada semua orang. Terlebih lagi pada Tuhan. Setuju?

  8. EOS 400D anyone?

    Jelas maksudnya. Memang sih kedengarannya bakal jadi boros demi satu pengeluaran tersier. tapi namanya juga keinginan, yang terakhir prioritasnya dan mungkin ada option lain selain dengan membelinya. Siapa tahu ada pembaca blog yang ‘kebetulan’ kelebihan stok EOS 400D dan, daripada membuangnya sia-sia, mending dijual murah padaku, atau malah hadiah cuma-cuma? walaupun aku juga gak menampik pilihan lain, seperti seri EOS lainnya (terutama Mark III, hehehe) atau ‘sekedar’ seri D-nya Nikon? gak masalah… :mrgreen: :mrgreen:

Tentunya, dari 8 hal yang sudah diutarakan diatas, itu adalah hal-hal yang terlintas dalam 5 menit pertamaku begitu mendapat soal mengenai resolusi di tahun 2008. Pastilah seharusnya banyak hal-hal lain yang mungkin seharusnya dimasukkan, tapi di saat singkat tadi, lupa mampir di dalam kepalaku.
Nah, untuk menutup postingan kali ini, aku juga nggak menyertakan 8 calon korban berikutnya, karena berat bagiku untuk menyuruh mereka menyertakan resolusi versi mereka sendiri, dimana aku sendiri merasakan kesusahan yang sama.
Cukup! Sudah!

7 Comments

  1. pernah baca2 buku2nya safir senduk ga? akhir2 ini, berhubung usia seumuran kita mulai terbebani tggjwb, aku jadi suka baca buku2nya 😀
    semoga membantu, hohohoho!

  2. kalo gitu ra,
    8 korban selanjutnya di reserve ulang aja 🙂

  3. @bung satch
    Gak nyana, master blog kita sempat mampir di blog saya yang hina ini… hahaha! pasti gara2 nyoba posting di wordpress dengan hostingan webugm yak?
    Gak keblok dan disangka spam lagi kan? udah aman kok bos!

  4. udah dikerjain toh PRnya..
    gut.. gut..

    btw keren tuh resolusinya..

    aq doain tercapai zu..

    amin..

  5. mdh2an resolusi-a terwujud bang.. 😉
    *SEMANGATTTT!!!!!!!!!*

  6. Assalamuaikum
    Semoga hari-hari kita penuh dengan semangat dan motivasi. motivasi harus kita jemput dan kita cari, baik itu melalui hadir di seminar, cermah, Tv ataupun membaca buku-buku yang memotovasi hidup ke arah yang lebih baik, seperti buku LA TAHZAN karya Aid alqarni, buku HIDUP ADALAH SEOLAH-OLAH karya ABdul baits, atau kalau umum buku pak wibisono yang selalu tampi di TV O chanel itu. semoga dengan semangat baru dan positif, hidup kita lebih bermanfaat

  7. Makasih ya infonya…

Leave a trace of your presence...

© 2018 Rambideunt

Up ↑