Raise My Blog from Hiatus

Jujur, aku udah lama ingin sekali kembali menulis. Karena menulis menajamkan otak, menambah keterampilan dan membuat kita rajin mencari referensi, terutama yang berkaitan dengan tulisan. Dan yang lebih penting, karena aku suka menulis.Berapa lama sudah kegiatan ini nggak pernah lagi dilakukan dan ternyata untuk memulai kembali, dibutuhkan semangat dan komitmen, karena menulis itu gampang, tapi untuk mendapat tulisan yang memuaskan aku lagi itu sangat teramat sulit (tentu saja, jika berhasil membuatnya, kesulitan itu sebanding dengan kepuasan yang didapat) Jadilah aku sekarang mencoba kembali menulis. Dan karena sudah terlalu lama tidak aktif, maka harus mencari lagi bentuk tulisan yang sesuai dengan isi kepala ini.

Hari ini, bukan hari biasanya. Plan pertama minggu ini adalah bisa menjelajahi beberapa kota di Jerman, dalam rangka mengenal sistem transportasi negara tersebut. Jadilah pagi tadi sekitar pukul 5 pagi setelah selesai sahur kami bersembilan (sebenarnya bersepuluh, tapi satu orang tidak bisa berangkat karena ketinggalan bus menuju stasiun ) pergi meninggalkan kota Marburg, kota kecil nan indah itu menuju kota-kota yang menjadi incaran kami bersama

Awal Petualangan di Minggu Pagi

Untuk memudahkan pembelian tiket, tiket beberapa hari lalu telah dipesan dengan tipe tiket Schoenes Wochenende (alias”akhir pekan yang indah” ), jenis tiket sehari pakai yang dapat dipakai berlima dan tidak terbatas menuju ke tujuan manapun di Jerman, yang menghabiskan cost sekitar 39 Euro.

Dari awal keberangkatan saja, sistem perkeretaapian Jerman yang super tepat waktu sudah memakan korban satu orang. Salah satu teman kami yang tertinggal bus tentu saja menjadi tidak dapat berangkat karena telat tiba di stasiun. Untunglah selain itu, semuanya berjalan lancar. Hanya saja, aku yang sekalipun belum pernah merasakan naik kereta api ala Jerman memang agak sedikit was-was, mengingat minggu depan aku harus ke Aachen untuk daftar ulang sendirian. Jadi, keberangkatan hari ini bersama teman-teman merupakan suatu kewajiban bagiku, untuk mengenal lebih jauh bagaimana sistem kerja kereta api di Jerman.

Berkat bantuan teman-teman yang lain, aku jadi sedikit paham mengenai sistem perkeretaapian disana. Memang sistemnya agak kompleks, karena untuk mencapai satu tempat tujuan bisa dengan menggunakan beberapa alternatif, apalagi seringkali untuk mencapai satu tempat tujuan, kita harus berganti kereta beberapa kali, konon lagi dengan sistem pengaturan kereta yang sedemikian tepat waktu, sehingga waktu yang disediakan untuk berpindah kereta seringkali hanya terpaut beberapa menit. Oleh karena itu, mencetak kartu jadwal berangkat dan tiba di tempat tujuan sebelum kita pertama kali naik kereta api sangatlah disarankan, untuk menghindari bertanya-tanya kepada orang lain yang tentu saja sangat menghabiskan waktu. Jika telat, maka resikonya, kita harus menunggu kereta lain tiba.

Berangkat menuju Goettingen, kota dengan landmark Georg-August Universitat yang telah mencetak puluhan peraih nobel.Dari stasiun Marburg transit di Kassel, lalu (alhamdulillah cuma sekali pindah kereta) langsung ke Goettingen. Setiba disana, ternyata hari masih terlalu pagi. Oleh karena itu muncul ide spontan dari teman-teman untuk melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga ke Hannover. Sekaligus untuk melihat universitas disana yang cukup terkenal, universitas Leibniz.

Setiba disana, mengambil foto dan sedikit safari singkat (oke cukup satu-dua foto didepan patung kuda luar stasiun, plus foto patung kuda lainnya di depan Leibniz Universitat… sigh I wonder how many horse statues they have there….) segera mengejar kereta kembali ke Goettingen. Setiba kembali di Goettingen, kami disambut oleh salah seorang pelajar Indonesia juga, yang lantas mengajak kami untuk melakukan excercise mengelilingi kota. Bagi yang melaksanakan puasa, tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri akan tetapi, pada akhirnya, udara Goettingen yang lumayan panas tidak juga menyurutkan tekad kami semua untuk mengelilingi kota yang hiruk-pikuk dengan sepeda ini.

Setelah *puas?* berjalan kaki mengelilingi pusat kota hingga berkeliling kampus Leibniz Universitat nya, kamipun harus melangkahkan kaki kembali ke stasiun kereta api untuk pulangAda beberapa hal menarik yang boleh dibilang baru bagiku. Pertama adalah sistem transportasi yang rapi dari pemerintah jerman, dimana waktu adalah aset utama dalam jasa pelayanan mereka. Keterlambatan 1 menit dari jadwal saja, kadangkala harus dilaporkan kepada seluruh penumpangnya. Ini terkait dengan jadwal kereta api yang lain, aku rasa…

Hal lain adalah tingkat otomasisasi dari pelayanan mereka. Disini kita dituntut untuk self service. Mulai dari pemesanan kartu keberangkatan, melihat jadwal keberangkatan / tiba serta perpindahan kereta. Bukan berarti layanan konvensional ditiadakan, akan tetapi memang akan lebih cepat dan mudah untuk mengerjakannnya sendiri dibanding harus bertanya kepada bagian informasi (tentu saja, masalah utama adalah bahasa, dimana kebanyakan orang jerman tidak fasih berbahasa inggris). Yah, sulit tapi menyenangkan….

Akhirnya…. 

Berlarian mengejar kereta api yang waktu berangkatnya tinggal beberapa menit ke depan, berjalan kaki seharian dalam keadaan puasa, hingga Mengakhiri perjalanan di sore hari, semuanya menyenangkan sekaligus memberi pengalaman baru yang tidak terlupakan. Terlebih, disaat pulang, disaat yang lainnya tidur pulas kelelahan, aku menyempatkan diri sambil mendengarkan lagu-lagu King of Convenience atau Jack Johnson yang bernyanyi merdu lewat earphone ditelinga, menatapi tepian daerah Jerman yang indah, penuh dengan perkebunan, padang rumput, rumah-rumah dan sungai yang mengalir mengikuti kereta api yang berjalan dengan sunyi di saat matahari mulai tenggelam… sungguh, seperti berada di dunia lain dan merasakan sendiri segala keindahan yang dulu hanya bisa kubayangkan.

Dan segala kepenatan pun terbayar lunas…

3 Comments

  1. wah, pengalaman yg menarik ya mas di jerman. Pengin jg niih, gmn sih caranya?

  2. @busana muslim : kalau mau cepat ya langsung beli tiket aja… sama siapin visa. hehehe kalau nggak ya seperti saya, harus siap-siap jadi pelajar lagi.

Leave a trace of your presence...

© 2018 Rambideunt

Up ↑