Dan disinilah aku, memandangi segala keriuhan kembang api yang menghiasi kota Bonn yang kelabu, dari balik jendela kamar sambil menikmati secangkir teh orange hangat. Menjauh dari hingar bingar keriuhan yang diakibatkan orang-orang yang sibuk menyulut petasan dan menerangi kota hingga suara letupannya dan pijaran cahayanya membuat langit kota ini terang benderang dalam beberapa saat, seolah-olah menjerit melepaskan diri dari tahun yang telah usang, menggantikan kegelapan malam tahun yang lama dengan cahaya di tahun yang baru. Walaupun setelah itu, yang tersisa hanya bau kembang api yang telah disulut dan asapnya yang menyengat, lalu malam kembali gelap, sama seperti malam-malam di tahun yang sudah lewat.

Selamat menikmati tahun baru, buatlah resolusi baru untuk diri sendiri, harapkan perubahan untuk diri sendiri, setidaknya bertekad untuk mengurangi keburukan dan menggantikannya dengan kebaikan, seperti kata Paulo Coelho :

Everything in this visible world is a manifestation of the invisible world, of what is going on in our hearts  and getting rid of certain (*bad*) memories also means making some room for other memories to take their place.

Selamat menikmati tahun baru, Kembang api telah dinyalakan, harapan telah disampaikan ke terang benderangnya langit yang penuhi malam dengan warna cahaya. Saat semua usai dan semua terbangun, tanyalah pada diri sendiri di depan cermin. “aku masih aku yang tahun lalu, atau ini aku yang bersiap menjadi lebih baik, tahun ini dan seterusnya?”

Selamat bercermin esok pagi, dan selamat menikmati tahun baru, Zuhra!