Alkisah, suatu hari seorang pemuda membawa misi penting. Tetua di kampungnya menceritakan sebuah legenda bahwasanya di puncak gunung yang terletak di atas desa mereka, terdapat sebuah gua ajaib. Gua itu berisi banyak sekali kodok. Barangsiapa yang berhasil melintasi gua itu hingga ujungnya tanpa sekalipun menginjak seekor kodok, maka orang beruntung itu akan mendapatkan jodoh seorang wanita cantik jelita. Semakin jauh seseorang melangkah tanpa menginjak kodok, maka semakin cantik jelitalah jodohnya itu. Sayangnya hingga kini, tiada satu orangpun yang secara sempurna bisa melintasi gua yang gelap itu. Tergoda oleh iming-iming cerita tersebut, pemuda kampung inipun mencoba peruntungannya. Pemuda ini berharap, setidaknya walaupun ia gagal, ia bisa melangkah cukup jauh hingga bisa mendapatkan ganjaran yang cukup bagi dirinya.

Bermodal nekat, pemuda inipun masuk ke dalam gua itu dan, entah karena keberuntungan apa, ia berhasil dan menjadi orang pertama yang bisa menerobos gua ajaib itu tanpa sekalipun menyentuhkan kakinya dengan kodok-kodok yang ada di dalam sana.

Seperti janji legenda tersebut, singkat kata, pemuda ini akhirnya dapat memperistri seorang wanita sempurna yang setia mendampinginya. Ia pun menjadi sangat terkenal di desa tersebut. Hingga suatu hari…

Seorang teman dekatnya yang penuh rasa penasaran mencoba bertanya kepada istri pemuda tersebut. Kenapa ia mau-maunya menerima pinangan pemuda kampung yang sederhana, dengan wajah biasa saja ini, tentu  tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh si pemudi tersebut.

Sambil tersipu-sipu, wanita itu menjawab: “Sebenarnya, saya juga mengikuti saran legenda itu tuan. Akan tetapi saat saya baru saja selangkah masuk ke dalam gua, kaki saya terpeleset dan secara tidak sengaja menginjak salah satu katak yang berjaga di depan gua”.

Dik, mudah-mudahan kamu berjodoh denganku bukan karena menginjak kodok di depan gua ya… 🙂
(karena walau aku beruntung bisa mendapat wanita seperti legenda diatas tanpa harus melintasi gua ajaib, aku juga setidaknya tidak jelek-jelek amat kan ya?)