Photo 20.05.16 19 06 27Hari ini hampir setahun aku bekerja di kantor ini. Kantor startup kecil di Schwanenhöfe, gedung bekas pabrik sabun yang disulap menjadi tempat tinggal dari banyak perusahaan-perusahaan startup di Düsseldorf. Kantor kecil yang bergerak di bidang jual beli material metal online (“Mapudo stands for Material Product Online, something that I have to think hardly for few days, to come up with a name that easy to pronounce but still available in the web”. Kata Martin, saat aku dengan penasaran bertanya padanya apa arti dari kata Mapudo. dan lalu aku bilang, “Now I could sleep well knowing what Mapudo stands for, Martin. hahaha!”) dengan pegawai kurang lebih 10 orang dan prospek menjanjikan dan sokongan dana dari banyak perusahaan ternama.

Teringat saat pertama diwawancara via skype, pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang konsep Javascript yang bisa kujawab pelan-pelan. dan tak disangka mereka mau menerimaku untuk menjadi pegawai part time disini dengan status student assistant.

Oh ya kita bicara tentang hari terakhir.

Aku sengaja datang sejam lebih telat dari biasanya untuk meyakinkan bahwa semua orang sudah tiba di kantor. Toh hari terakhirku disana juga hanya mengurus beberapa masalah administrasi dan data terkait pekerjaan yang sudah aku lakukan. Tak seperti biasanya semua pegawai yang biasanya sibuk diluar juga hadir disitu. Kebetulan, aku bawa dadar gulung yang sudah dipesan kemaren dari keluarga Sigit, kenang-kenangan kue khas tradisional Indonesia yang manis, cocok bagi lidah mereka.

Setelah handling data dan dokumen beres, aku dipanggil kedua bosku untuk masuk ke ruangan meeting. Mereka tanya, apa saran dan kekurangan kantor ini selama aku bekerja disana? Oh, jawabku cepat tanpa berpikir. “Everything is perfect. I am glad that I have my last Job in Germany working with you guys. It was awesome. I learnt so many things that I would not learn anywhere else!” Jawabku jujur.

Yap. Benar. Dari awal bekerja disitu, entah karena memang tim web developmentnya kecil jadi yang diserahi tugas untuk mengurus front-end developmentnya hanya  dua orang saja, jadi semuanya berlangsung dinamis tanpa putus. Aku belajar banyak hal praktis yang sangat membuka mataku dan membuatku menggilai pemrograman. Mulai dari hal implementasi manajemen kerja semacam metode SCRUM dengan ticketing dan progress reportnya, kerapian mengcoding dan menata commit code di GIT agar mudah dipahami dan  terstruktur rapi. Belum lagi belajar framework dan library-library baru yang seru semacam Angular dsb lebih dalam lagi, hingga migrasi ke Typescript dan struktur yang baik dan benar dalam meng-coding yang membuka mataku, bahwa pengetahuan pemrogramanku masih seujung kuku. Bahkan untuk sekedar merangkai style CSS saja, kita menerapkan metoda BEM, sesuatu yang sama sekali baru buatku. Sungguh, bekerja disini adalah pertama kalinya aku menunggu hari-hari kerja karena setiap saat aku mulai duduk di bangku kerjaku, ada saja hal-hal baru yang aku pelajari dan tantangan-tantangan memecahkan masalah yang membuatku tidak pernah bosan.

Yang membuatku bertambah nyaman adalah bahwa semua pekerja dan pemimpin di sini sangat ramah dan tidak kaku. Flat hierarki istilahnya. Kapan saja aku bisa datang ke meja bosku yang kursinya memang hanya beberapa langkah dan menanyakan berbagai hal tanpa merasa ada batas. Makan siangpun biasanya dilakukan bersama secara sederhana.

Itu pula yang aku sampaikan ke mereka berdua. Bahkan, minggu lalu semua pegawainya sepakat mengadakan pesta farewell kecil-kecilan dan menghadiahkan sebuah buku bagus tentang Düsseldorf untukku. Memang, tempat kerja ini cukup jauh karena aku tinggal di Bonn yang memakan waktu jarak sejam bepergian dengan kereta, tapi tak sebanding dengan ilmu dan kenyamanan kerja yang kudapat.

Satu hal lagi yang membuatku terharu saat berada di ruang meeting bersama kedua bos itu, Martin, si pendiri startup itu dengan senyum simpatiknya bilang. “We are happy to have you here. We know that you have to come back home for good but anytime you  change your mind, let us know and we would be happy to find a place for you in our company. consider this as an open invitation for you :)” Disambung dengan kata pujian dari Markus, penanggung jawab software development yang bilang “We are very satisfied with your work, even though you are a student assistant, we gave you difficult workloads like a regular employee and you manage to do that”
Wow, aku merasa hasil kerjaku sangat dihargai dan ini merupakan sanjungan ultimate yang tak mungkin aku lupakan seumur hidupku, hingga aku kehilangan kata-kata untuk membalasnya. Mana ada tempat lain di Jerman setahuku yang menawarkan tawaran semacam itu? Luar biasa 🙂

Ya, aku meninggalkan kantor itu setelah berjabat tangan dengan semua pekerjanya. pekerja yang dengan hangat menerimaku dan  dengan hangat juga melepasku semua hingga aku mengucapkan kata goodbye dan keluar dari pintu gedung.

Auf Wiedersehen, Mapudo!