Category: Rumble (page 2 of 6)

My rumble of mambo jambo lalala

Catatan akhir Ramadhan : Toleransi ala Rendang

Kamu tau nggak rasanya, kalau tangan kita terulur ke meja makan mau meraih rendang yang tampak menarik, tiba tiba tangan kita di tepuk dengan keras sambil dihardik kasar, “TIDAK BOLEH!”

Sedih, marah, kecewa dan yang pasti harga diri kita pasti terluka. Kalau aku, pastinya aku kehilangan selera untuk memakan rendang itu, dan malah mungkin berjanji tidak akan pernah menyentuh sajian lain di meja tersebut, semenarik apapun kelihatannya karena tak mau kejadian yang sama terulang lagi.

Continue reading

Immortal

Thoughts go out to you, my Immortal Beloved, now and then joyfully, then sadly, waiting to learn whether or not fate will hear us – I can live only wholly with you or not at all – Yes, I am resolved to wander so long away from you until I can fly to your arms and say that I am really at home with you,and can send my soul enwrapped in you into the land of spirits

Beethoven, third letter to his Beloved.<21.03.11, from Bonn. Land of Beethoven>

Oh, 2011

Dan disinilah aku, memandangi segala keriuhan kembang api yang menghiasi kota Bonn yang kelabu, dari balik jendela kamar sambil menikmati secangkir teh orange hangat. Menjauh dari hingar bingar keriuhan yang diakibatkan orang-orang yang sibuk menyulut petasan dan menerangi kota hingga suara letupannya dan pijaran cahayanya membuat langit kota ini terang benderang dalam beberapa saat, seolah-olah menjerit melepaskan diri dari tahun yang telah usang, menggantikan kegelapan malam tahun yang lama dengan cahaya di tahun yang baru. Walaupun setelah itu, yang tersisa hanya bau kembang api yang telah disulut dan asapnya yang menyengat, lalu malam kembali gelap, sama seperti malam-malam di tahun yang sudah lewat.

Selamat menikmati tahun baru, buatlah resolusi baru untuk diri sendiri, harapkan perubahan untuk diri sendiri, setidaknya bertekad untuk mengurangi keburukan dan menggantikannya dengan kebaikan, seperti kata Paulo Coelho :

Everything in this visible world is a manifestation of the invisible world, of what is going on in our hearts  and getting rid of certain (*bad*) memories also means making some room for other memories to take their place.

Selamat menikmati tahun baru, Kembang api telah dinyalakan, harapan telah disampaikan ke terang benderangnya langit yang penuhi malam dengan warna cahaya. Saat semua usai dan semua terbangun, tanyalah pada diri sendiri di depan cermin. “aku masih aku yang tahun lalu, atau ini aku yang bersiap menjadi lebih baik, tahun ini dan seterusnya?”

Selamat bercermin esok pagi, dan selamat menikmati tahun baru, Zuhra!

Quick note about “L”

To love a girl means a readiness to put your heart into a labyrinth. Some say it was a tough dark puzzled area, some said it was terrific, but as do as I know, it is not always a pleasant journey. Once you put your heart in, your heart trapped there for eternity. There are several ways out, but not all end with the good ending. You could turn back, flip down, go straight but you can never escape. Misplaced means your heart will trapped forever. And remember, you cannot find the same way twice, because this labyrinth is a complex well formed fortress no man can understand. Need time and passion and (sometimes a lot of) luck to keep your strength to walk on.

A very complicated but in some strangest way, I like being there trapped.

Catatan Pinggir Malam 1 Syawal 1431 H

Jam sudah menunjukkan pukul 19.00.

Lima menit lagi bus linie 4 jurusan Wehrda-Richtsberg akan mampir di halte depan asrama. Bergegas aku sambar jaket dan memakai sepatu anti hujan, tak lupa mengunci pintu, mematikan air, menyuci baju, menyetrika pakaian, lho? tidak, itu fiktif, kita rewind sedikit: jaket, sepatu dan payung. Cuaca hari ini tidak ramah. Marburg dan sekitarnya dilanda hujan, persis seperti kata ramalan cuaca tadi pagi yang selalu tepat, sayangnya tidak seperti halnya ramalan cuaca di Indonesia yang hasil akhirnya selalu dipengaruhi pawang hujan. 🙂

Continue reading

Raise My Blog from Hiatus

Jujur, aku udah lama ingin sekali kembali menulis. Karena menulis menajamkan otak, menambah keterampilan dan membuat kita rajin mencari referensi, terutama yang berkaitan dengan tulisan. Dan yang lebih penting, karena aku suka menulis.Berapa lama sudah kegiatan ini nggak pernah lagi dilakukan dan ternyata untuk memulai kembali, dibutuhkan semangat dan komitmen, karena menulis itu gampang, tapi untuk mendapat tulisan yang memuaskan aku lagi itu sangat teramat sulit (tentu saja, jika berhasil membuatnya, kesulitan itu sebanding dengan kepuasan yang didapat) Jadilah aku sekarang mencoba kembali menulis. Dan karena sudah terlalu lama tidak aktif, maka harus mencari lagi bentuk tulisan yang sesuai dengan isi kepala ini.

Hari ini, bukan hari biasanya. Plan pertama minggu ini adalah bisa menjelajahi beberapa kota di Jerman, dalam rangka mengenal sistem transportasi negara tersebut. Jadilah pagi tadi sekitar pukul 5 pagi setelah selesai sahur kami bersembilan (sebenarnya bersepuluh, tapi satu orang tidak bisa berangkat karena ketinggalan bus menuju stasiun ) pergi meninggalkan kota Marburg, kota kecil nan indah itu menuju kota-kota yang menjadi incaran kami bersama Continue reading

Bungong Seulanga Part II

Buat info sekedar nambah isi blog; daripada disangka blognya udah mati… Link Youtube 1  atau Link Youtube 2 >Enjoy! *maaf kemaren salah masukkan link*

Pangkas Cincang satu!

Ini cerita lama sih… saat pertama kali kembali ke tanah kelahiran sendiri. Klise emang, tapi kalo diinget-inget, jadi geli sendiri juga… Sekalian refreshing. Perasaan lama juga nggak nulis sesuatu yang fun.
Teman, aku udah lima tahun nggak merasakan cukur rambut versi Aceh. Tentu, hal ini disebabkan karena selama 5 tahun pula aku udah nggak menjejakkan kaki di tanah kelahiran tercinta ini.

Sebenarnya, rambutku, seperti yang udah pernah aku sebutkan, adalah sebuah contoh sempurna mengenai kesalahan teori gravitasi. Karena bagi rambutku, terutama dalam keadaan pendek, arah penyebarannya ini tidak merata, alias sebarannya ke segala arah. Tak heran sebutan landak, duren berjalan, kaktus, selalu dengan telak kadung melekat di benak teman-teman yang menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri fenomena aneh rambut runcing basah berjalan kesana-kemari dikala hujan.
Continue reading

Cita Cita ku

Dulu, saat seorang anak kecil (termasuk saya) ditanyai oleh orang lain mengenai perencanaan masa depannya, biasanya secara mantap anak itu akan langsung merujuk pada apa yang sedang digandrunginya. Jika ia baru selesai menonton film perang dan menyaksikan jagoannya, seorang polisi dengan seragam lengkapnya menendang pantat pejahat dengan gaya ala Steven Seagal, spontan nak itu mengatakan ingin jadi Polisi. Lain halnya jika baru selesai melihat parade pesawat terbang di TV, maka ia berubah ingin jadi pilot. Kalaupun perempuan, kebanyakan biasanya menyaksikan identifikasi dirinya sebagi ibu dokter atau perawat, yang terlihat dewasa, cantik dan keibuan dalam balutan seragam putihnya.
Continue reading

Resolusi 2008

Resolusi, Wish List, Keinginan, Rencana, Perbaikan, apapun mau disebutnya, tetap saja ini merupakan suatu pekerjaan berat untuk menuliskannya, apa lagi membatasinya hanya menjadi 8 buah perkara saja, dan mempublikasikannya untuk menjadi konsumsi semua orang yang membuka blog ini. Tetapi, demi menjawab tantangan -lebih tepatnya kutukan- yang dengan sadisnya ditularkan oleh my brother over there, ya udah, Musti juga kuluangkan sedikit waktu untuk memulai menulis… Satu hal yang rasanya sudah lama nggak aku lakukan.

Oke, kita mulai saja dengan 8 hal yang direncanakan ‘harusnya’ dilakukan di tahun ini. sedikit terlambat mungkin, tapi mumpung masih di awal tahun, yah, maafkan saja.
Duh, lagi-lagi harus 8.

Continue reading

Older posts Newer posts

© 2018 Rambideunt

Up ↑